Jumat, 25 April 2014

“Revisi Kehidupan”


Haruskan waktu disia-siakan begitu saja? dan Untuk apa buang buang waktu untuk mengatakan berpisah, padahal kata kunci dari cerita semasa hidup di dunia ini adalah “tidak ada yang abadi”, dalam artian semua kan sirnah, hilang semua. Seperti kita mengulas buku yang sudah di karang, perlembar kita membukanya, membacanya dan merasakannya, adakalanya di lembaran pertama kita mengenal biografi pengarang, isi ceritanya. Dihalaman berikutnya kita kan diajak untuk menghayati cerita tersebut, apakah saat itu kita tersenyum, sedih atau menangis.

Akan banyak hal kita temui dalam satu karangan cerita, memberikan pelajaran yang sangat baik untuk perkembangan wawasan. Akhir cerita kita bisa memberikan kesimpulan tentang cerita yang kita baca. Bagiku, tidak jauh berbeda dengan kehidupan akhirat nanti, kita diberi aturan untuk hidup dan aturan itu semata-mata bukan untuk orang lain tapi untuk diri-sendiri, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita, namun sering terlupakan. Disaat kita jauh dari Allah, Dia akan menegur kita, baik berupa musibah,  ujian. Aku yakin bila uda ada kata “tak ada manusia yang sempurna” pasti adakalanya kita lupa. Apalagi kalau uda merasakan nikmat dunia, memiliki harta, uang, segala yang diinginkan udah dimiliki dan lupa untuk bersyukur apa yang di dapat.

Salah satu Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan keadaan hari kiamat adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu‘anhu. Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, jilid 10, hal 8, no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 946)

Umur, Masa muda, Harta (dari mana ia dapatkan), Harta (dalam hal apa ia belanjakan), Ilmu yang dimiliki, kelimanya akan diminta pertanggungjawabkan, terkadang kita hanya berpikiran nikmati saja selagi ada, nanti kalau uda habis cari lagi. Bagi seorang laki-laki muslim, setiap hari jum’at telah diberi renungan, nasehat agar tidak salah melangkah. Agar setiap hari ada perubahan yang lebih baik lagi.

Sabtu pagi, aku membaca wartakota.tribunnews.com, seorang Kakek Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Sujud subhanallah, bila sujudnya karna Allah semata Semoga amalannya diterima di sisi Allah dan dihapuskannya atas dosa-dosanya amin. Namun alangkan mengesankan lagi bila ada seorang pemuda seperti itu, subhanallah. Karna sangat jarang pemuda maupun pemudi yang  melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Kita hanya tersadar setelah rambut mulai memutih, kulit sudah keriput baru mendekat kerumah Allah.

Semoga kita digolongkan oleh Allah ke dalam orang-orang yang bisa memanfaatkan umur, masa muda, harta dan ilmu  yang di peroleh selama hidup di dunia kelak kita bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Dan semoga Allah memudahkan kita untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang shalih dari kalangan Nabi dan Rasul serta orang-orang yang sejalan dengan mereka.
Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Oßg÷YÏBur `¨B ãAqà)tƒ !$oY­/u‘ $oYÏ?#uä ’Îû $u‹÷R‘‰9$# ZpuZ|¡ym ’Îûur ÍotÅzFy$# ZpuZ|¡ym $oYÏ%ur z>#x‹tã Í‘$¨Z9$# ÇËÉÊÈ  

201. dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"(QS. al-Baqarah [2]: 201).




Bila ada kata yang salah mohon maaf, karna kesalahan itu pasti adanya, dan dengan kesalahan bisa nelajar untuk lebih baik lagi. Salam Remaja Cinta Islam
Sabtu, 26/04/2014

Senin, 07 April 2014

“SETAPAK LANGKAHKU MUNDUR”


 “SETAPAK LANGKAHKU MUNDUR”

Hari demi hari
Aku terdiam sejenak
Mengingat jejak langkahku dulu
Karna kisah hidupku akan menjadi pelajaran baru

Kini terasa bagiku....
Saat mendengar lantunan irama
Saat itupula aku melangkah kebelakang
Mengingat indahnya bersama keluarga

Masa indah itu tak kan terganti
Tak ada yang menjajakannya
Dan tidak ada yang ingin menjualnya
Karna harganya terlalu mahal untuk di dapat

Oke..
Kamu boleh membelinya dari orang lain
Mendapatkan senyuman bertopeng wajah
Namun jangan pernah katakan, jika
senyuman itu ukiran dari keluarga

kebahagian diperoleh alami
terbekas di hati sepanjang abad
terlalu mahal harganya
terlalu indah untuk dikenang

namun itu semua dulu
yaa, saat bersama dengan keluarga
aku ingin itu semua bisa terulang kembali
walau warna rambutku berubah menjadi putih


Arie Kota Gayo, Selasa 08 April 2014