Rabu, 17 Desember 2014

Kata ini tercipta untukmu nining astuti

Kata ini tercipta untukmu nining astuti


Mungkin di sisa hidupku, engkau tidak bisa menemaniku lagi seperti saat-saat kita pertama kenalan, menebar senyum  ke segala arah wajah menghadap, segenap rasaku sudah matang untuk ku ungkapkan padamu tentang rasaku. Maaf jika aku telah memilihmu. Semuanya demi cinta, yaaa cinta sejati, apapun akan kuberikan karna engkau menjadi pilihan hati.

Namun di detik detik hari bahagia yang ditunggu kini semakin menjauh, ya jauh.... mungkin engkau tidak kuasa dengan apa yang harus kita hadapi berdua.  Hari ini Rabu 17 Desember 2014 engkau telah ragu dengan cobaan yang dihadapi. Aku selalu katakan padamu, disaat ada masalah datang jangan pernah untuk menghubungkan dengan hubungan kita.

Mungkin sekarang engkau tak kuasa denganku, padahal aku sangat berharap bisa bersama selalu. Entahlah, jika keputusanmu menjadi yang terbaik dan membuatmu bahagia aku akan ikhlaskan, namun jika engkau pergi meninggalkanku dengan penyesalan aku tak akan pernah membarkanmu pergi. Aku selalu berusaha membuatmu tersenyum, namun yang terjadi malah sebaliknya, pergilah... tinggalkan aku disini..... semoga engkau bahagia dengan pilihanmu... aku disini selalu mendo’akanmu yang terbaik.Walau hati ini terus menangis, semua kulakukan demi cinta, bila esok kutemukan dirimu kutemukan bahagia, akan kutitipkan rasa cintaku selamanya......

Kamis, 04 Desember 2014

banyangan yang telah dimusiumkan



 yang telah berlalu akan disimpan dengan rapi, bila dilihat akan terbawa kembali ke masa masa muda.
 dan kini langkah ku telah jauh meninggalkan wajah wajah dulu.......
hingga aku tak sekuat dulu lagi yang berdiri tegap dan berjalan tanpa bantuan satu tongkat nanti.....
semoga, sewaktu muda ini masih bisa digunakan untuk kebaikan, saling menasehati, berbagi tentang ilmu dengan keluarga, sahabat dan orang orang disekitarku. dan aku kan selalu mengingat tentang persahabatan dengan teman semua yang pernah hadir, semoga kalian juga ingat tentang arti sebuah sahabat.

Senin, 03 November 2014

Banyaknya rasa didalam cinta

Tuhan mengapa cinta begitu menyiksa...
Terkadang terlintas juga mengapa cinta begitu rumit..
Cinta pula tidak terdefinisikan...
Apakah kesemuanya hanya karna bisa dirasakan...

Tuhan, bagiku hanya pada-Mu lah aku pantas memohon
Keputusan dari-Mu mutlak menjadi jalur hidup ku
Engkau adalah penentu hidup yang adil

Ya Allah, di tengah perjalanan hidup ku
Engkau memberikan kepadaku rasa cinta terhadap seseorang
Langkahku semakin lamban untuk menggapai keredhaan-Mu
Aku semakin lemah Ya Allah..

Di satu sisi Aku bahagia karenanya
Di satu sisi aku takut kesedihan kan hadir juga dalam hidupku
Aku takut... takut untuk bahagia
Takut untuk sedih..

Orang yang hadir dalam hidupku selalu menderita
Padahal aku ingin dia bahagia
Aku selalu mencoba untuk membahagiakannya
Aku sangat menginginkannya

Namun haruskan bercampur dengan kesedihan
Agar aku mendapatkan kebahagiaan
Ataukah hanya semua sandiwara

Yaaa semata sandiwara kehidupan 

22:00
Senin, 3 november 2014-11-03

engkau yang selalu terindah "nining astuti"

Assalamualaikum....
        Aku gak tau harus memulainya dari mana, malam ini benar benar sangat menyedihkan,  enggak ada tanda tanda datangnya hujan... orang yang benar benar aku cintai tidak menganggapku mencintainya. Sangat menyedihkan, mungkin cerita ini gak lagi sama, setiap minggu kusempatkan selalu melihat dirinya yang jauh dariku, bagiku tanpanya aku benar benar terasa kesepian.

        Oh Tuhan mungkin kah ini cobaan bagiku, aku sering memberikan komentar tentang nya, cara berpakaian, melarangnya pakai alat kecantikan, semua kuberi masukan karna kutau dengan apa adanya dia udah lebih cantik.

        Namun malam ini aku benar benar sedih, orang yang kucintai memandangku dengan satu sisi dari dua pandangan, aku benar benar sedih dengan kata katanya ” meskipun kau bilang gak akan ada cwo yang bisa terima aku seperti ini. Kalau berusaha pasti ada. Carilah cewek cantik punya banyak udang punya mobil.”... “kan memang itu yang dirimu mau, aku juga bisa cari cowok ganteng”

         Aku benar benar mencintaimu,
Aku tau engkau benar benar mencintai seseorang dengan tulus, namun tidak cukup dengan tulus, kalau apa yang terlihat enggak sesuai dengan perasaan dihati. Entahlah tapa ada sebab yang jelas sering terkirim kata kata yang enggak enak didengar. Kata putus, kata carilah yang lain. Apakah itu yang diharapkan. Aku tidak pernah menginginkan kata-kata seperti itu.

    Oh Tuhan kenapa harus begini. Dengan masalah sedikit selalu menjadi besar, aku tidak menginginkan hal seperti ini. Aku tidak bisa untuk berbuat apa apa. Sangat menyakitkan  bagiku orang yang kucintai benar benar mempromosikan nomornya, menghapus semua poto  yang ada denganku. Sedih... seakan benar benar mencari yang lain.

      Tidak mudah untuk jatuh cinta, karna cinta bukan suatu permainan yang punya akhir, cintaku hanya sekali. Bila aku berkata cinta tetap cinta. Namun tidak dipercayai oleh orang yang kucintai. Entahlah, engkau yang terindah, aku yang selalu memberikan komentar, larangan dan masukan bukan karena aku membandingkan, tidak menerima apaadanya. Karna aku mencintaimu,  aku melarang bukan melarang yang baik baik, aku memberikan komentar agar engkau tau betapa cemburunya aku  jika dekat dengan yang lain. Mengertilah tentang perasaan ku.

     Aku selalu berusaha dan berdo’a agar bisa selalu bersama dan bahagia. Itu yang selalu kuharapkan, namun dipertengah jalan sering ada masalah yang tanpa sebab harus diperbesar, itu yang aku gak tw kenapa harus terjadi.

         yang aku sedihkan kenapa dengan ada masalah kecil langsung membagikan nomor dan mencari kenalan. namun aku gak bisa berbuat apa apa, kalau memank membuat kamu senang lakukanlah.. aku hanya bisa berusaha sambil berdo,a untuk yang terbaik. apapun yang terjadi malamni terimalah karna mungkin itu yang terbaik agar engkau tidak sedih lagi karnaku.

      Ini lah tulisanku malam ini semoga orang yang kucintai mengerti tentang apa yang kumaksud. Cinta tidak sekejab dan berujung dengan ketidak pastian.  Semoga engkau mengerti tentang tetesan air mataku malam ini. wassalam


Rabu, 29 Oktober 2014

Renungan Buat Kita Semua

TERSAMPAINYA PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK (Sebagai Bahan Renungan)

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox. Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya. Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya: “Assalamu’alaikum. Ini pertama kali Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan. Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah ! Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa memanggil2 Bapak, sudah bisa memanggil2 Ibunya”. Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun.

Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu. Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan. Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya. Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan.

Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah. Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki. Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu. Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu. Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu. Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja? Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi. Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi. Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu. Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh. Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh. Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah. Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ” Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira................... Bagaimana tidak ? Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya. Sekaang kembali pada diri kita masing2, bagaimana selama ini perasaan kita kepada kedua orang tua kita..? jangan biarkan waktu berlalu begitu saja hingga nantinya mereka hilang begitu saja.


Senin, 12 Mei 2014

persembahan pada kedua orang tuaku

hari ini adalah hari yang paling bahagia bagiku,  aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yang gelap, pandanganku tertuju pada dua orang  yang jauh di depan, dengan senyuman yang enggak asing lagi di mataku, dua orang yang sangat aku hargai dan aku hormati, disertai dengan senyuman aku menghampiri mereka, terlintas dalam benak pikiranku, mamaku yang memperjuangkan hingga aku dapat hadir di dunia ini, mendidik aku dengan kelembutan, bapak ku yang selalu berusaha agar aku tidak seperti mereka melawan hidup dengan bekerja banting tulas, diterik matahari, kulit mereka terbakar untuk mendapakan sesuap nasi, tanpa sengaja sering aku melawan kepada mereka, rasanya betapa durhakanya diriku, apakah mereka memendam balas dendam padaku, tidak,, mereka tidak pernah  memendam perasaan balas dendam terhadapku, mereka merasa tulus memaafkan kekhilafanku, dan mereka selalu menyebut namaku dalam do'a mereka hingga aku bisa seperti sekarang ini, oh Tuhan, betapa durhakanya aku, tidak kusadari bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku, sekarang, badan yang dulu tegap, kekar kini mulai membungkuk, rambut mulai memutih dan kulit yg dulu kencang kini mulai keriput, kulihat mata mereka berbinar binar dan mulai meneteskan airmata terharu, bangga karna melihat anaknya telah memakai baju toga,  aku sangat berterima kasih atas apa yang telah bapak dan ibu berikan kepada saya. 

Jumat, 25 April 2014

“Revisi Kehidupan”


Haruskan waktu disia-siakan begitu saja? dan Untuk apa buang buang waktu untuk mengatakan berpisah, padahal kata kunci dari cerita semasa hidup di dunia ini adalah “tidak ada yang abadi”, dalam artian semua kan sirnah, hilang semua. Seperti kita mengulas buku yang sudah di karang, perlembar kita membukanya, membacanya dan merasakannya, adakalanya di lembaran pertama kita mengenal biografi pengarang, isi ceritanya. Dihalaman berikutnya kita kan diajak untuk menghayati cerita tersebut, apakah saat itu kita tersenyum, sedih atau menangis.

Akan banyak hal kita temui dalam satu karangan cerita, memberikan pelajaran yang sangat baik untuk perkembangan wawasan. Akhir cerita kita bisa memberikan kesimpulan tentang cerita yang kita baca. Bagiku, tidak jauh berbeda dengan kehidupan akhirat nanti, kita diberi aturan untuk hidup dan aturan itu semata-mata bukan untuk orang lain tapi untuk diri-sendiri, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita, namun sering terlupakan. Disaat kita jauh dari Allah, Dia akan menegur kita, baik berupa musibah,  ujian. Aku yakin bila uda ada kata “tak ada manusia yang sempurna” pasti adakalanya kita lupa. Apalagi kalau uda merasakan nikmat dunia, memiliki harta, uang, segala yang diinginkan udah dimiliki dan lupa untuk bersyukur apa yang di dapat.

Salah satu Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan keadaan hari kiamat adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu‘anhu. Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, jilid 10, hal 8, no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 946)

Umur, Masa muda, Harta (dari mana ia dapatkan), Harta (dalam hal apa ia belanjakan), Ilmu yang dimiliki, kelimanya akan diminta pertanggungjawabkan, terkadang kita hanya berpikiran nikmati saja selagi ada, nanti kalau uda habis cari lagi. Bagi seorang laki-laki muslim, setiap hari jum’at telah diberi renungan, nasehat agar tidak salah melangkah. Agar setiap hari ada perubahan yang lebih baik lagi.

Sabtu pagi, aku membaca wartakota.tribunnews.com, seorang Kakek Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Sujud subhanallah, bila sujudnya karna Allah semata Semoga amalannya diterima di sisi Allah dan dihapuskannya atas dosa-dosanya amin. Namun alangkan mengesankan lagi bila ada seorang pemuda seperti itu, subhanallah. Karna sangat jarang pemuda maupun pemudi yang  melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Kita hanya tersadar setelah rambut mulai memutih, kulit sudah keriput baru mendekat kerumah Allah.

Semoga kita digolongkan oleh Allah ke dalam orang-orang yang bisa memanfaatkan umur, masa muda, harta dan ilmu  yang di peroleh selama hidup di dunia kelak kita bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Dan semoga Allah memudahkan kita untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang shalih dari kalangan Nabi dan Rasul serta orang-orang yang sejalan dengan mereka.
Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Oßg÷YÏBur `¨B ãAqà)tƒ !$oY­/u‘ $oYÏ?#uä ’Îû $u‹÷R‘‰9$# ZpuZ|¡ym ’Îûur ÍotÅzFy$# ZpuZ|¡ym $oYÏ%ur z>#x‹tã Í‘$¨Z9$# ÇËÉÊÈ  

201. dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"(QS. al-Baqarah [2]: 201).




Bila ada kata yang salah mohon maaf, karna kesalahan itu pasti adanya, dan dengan kesalahan bisa nelajar untuk lebih baik lagi. Salam Remaja Cinta Islam
Sabtu, 26/04/2014

Senin, 07 April 2014

“SETAPAK LANGKAHKU MUNDUR”


 “SETAPAK LANGKAHKU MUNDUR”

Hari demi hari
Aku terdiam sejenak
Mengingat jejak langkahku dulu
Karna kisah hidupku akan menjadi pelajaran baru

Kini terasa bagiku....
Saat mendengar lantunan irama
Saat itupula aku melangkah kebelakang
Mengingat indahnya bersama keluarga

Masa indah itu tak kan terganti
Tak ada yang menjajakannya
Dan tidak ada yang ingin menjualnya
Karna harganya terlalu mahal untuk di dapat

Oke..
Kamu boleh membelinya dari orang lain
Mendapatkan senyuman bertopeng wajah
Namun jangan pernah katakan, jika
senyuman itu ukiran dari keluarga

kebahagian diperoleh alami
terbekas di hati sepanjang abad
terlalu mahal harganya
terlalu indah untuk dikenang

namun itu semua dulu
yaa, saat bersama dengan keluarga
aku ingin itu semua bisa terulang kembali
walau warna rambutku berubah menjadi putih


Arie Kota Gayo, Selasa 08 April 2014