Rabu, 17 Desember 2014
Kamis, 04 Desember 2014
banyangan yang telah dimusiumkan
00.25
No comments
yang telah berlalu akan disimpan dengan rapi, bila dilihat akan terbawa kembali ke masa masa muda.
dan kini langkah ku telah jauh meninggalkan wajah wajah dulu.......
hingga aku tak sekuat dulu lagi yang berdiri tegap dan berjalan tanpa bantuan satu tongkat nanti.....
semoga, sewaktu muda ini masih bisa digunakan untuk kebaikan, saling menasehati, berbagi tentang ilmu dengan keluarga, sahabat dan orang orang disekitarku. dan aku kan selalu mengingat tentang persahabatan dengan teman semua yang pernah hadir, semoga kalian juga ingat tentang arti sebuah sahabat.
Senin, 03 November 2014
Banyaknya rasa didalam cinta
08.18
No comments
Tuhan
mengapa cinta begitu menyiksa...
Terkadang
terlintas juga mengapa cinta begitu rumit..
Cinta
pula tidak terdefinisikan...
Apakah
kesemuanya hanya karna bisa dirasakan...
Tuhan,
bagiku hanya pada-Mu lah aku pantas memohon
Keputusan
dari-Mu mutlak menjadi jalur hidup ku
Engkau
adalah penentu hidup yang adil
Ya
Allah, di tengah perjalanan hidup ku
Engkau
memberikan kepadaku rasa cinta terhadap seseorang
Langkahku
semakin lamban untuk menggapai keredhaan-Mu
Aku
semakin lemah Ya Allah..
Di
satu sisi Aku bahagia karenanya
Di satu
sisi aku takut kesedihan kan hadir juga dalam hidupku
Aku
takut... takut untuk bahagia
Takut
untuk sedih..
Orang yang
hadir dalam hidupku selalu menderita
Padahal
aku ingin dia bahagia
Aku selalu
mencoba untuk membahagiakannya
Aku sangat
menginginkannya
Namun haruskan
bercampur dengan kesedihan
Agar aku
mendapatkan kebahagiaan
Ataukah
hanya semua sandiwara
Yaaa semata sandiwara
kehidupan
07.59
No comments
22:00
Senin, 3
november 2014-11-03
Assalamualaikum....
Aku gak tau harus memulainya dari mana, malam ini benar benar sangat
menyedihkan, enggak ada tanda tanda
datangnya hujan... orang yang benar benar aku cintai tidak menganggapku
mencintainya. Sangat menyedihkan, mungkin cerita ini gak lagi sama, setiap
minggu kusempatkan selalu melihat dirinya yang jauh dariku, bagiku tanpanya aku
benar benar terasa kesepian.
Oh Tuhan mungkin kah ini cobaan bagiku, aku sering memberikan komentar
tentang nya, cara berpakaian, melarangnya pakai alat kecantikan, semua kuberi
masukan karna kutau dengan apa adanya dia udah lebih cantik.
Namun malam ini aku benar benar sedih, orang yang kucintai memandangku
dengan satu sisi dari dua pandangan, aku benar benar sedih dengan kata katanya ”
meskipun kau bilang gak akan ada cwo yang bisa terima aku seperti ini. Kalau berusaha
pasti ada. Carilah cewek cantik punya banyak udang punya mobil.”... “kan memang
itu yang dirimu mau, aku juga bisa cari cowok ganteng”
Aku benar benar mencintaimu,
Aku tau engkau benar benar mencintai seseorang dengan tulus, namun
tidak cukup dengan tulus, kalau apa yang terlihat enggak sesuai dengan perasaan
dihati. Entahlah tapa ada sebab yang jelas sering terkirim kata kata yang
enggak enak didengar. Kata putus, kata carilah yang lain. Apakah itu yang
diharapkan. Aku tidak pernah menginginkan kata-kata seperti itu.
Oh Tuhan kenapa harus begini. Dengan masalah sedikit selalu menjadi
besar, aku tidak menginginkan hal seperti ini. Aku tidak bisa untuk berbuat apa
apa. Sangat menyakitkan bagiku orang
yang kucintai benar benar mempromosikan nomornya, menghapus semua poto yang ada denganku. Sedih... seakan benar
benar mencari yang lain.
Tidak mudah untuk jatuh cinta, karna cinta bukan suatu permainan yang
punya akhir, cintaku hanya sekali. Bila aku berkata cinta tetap cinta. Namun tidak
dipercayai oleh orang yang kucintai. Entahlah, engkau yang terindah, aku yang
selalu memberikan komentar, larangan dan masukan bukan karena aku
membandingkan, tidak menerima apaadanya. Karna aku mencintaimu, aku melarang bukan melarang yang baik baik,
aku memberikan komentar agar engkau tau betapa cemburunya aku jika dekat dengan yang lain. Mengertilah tentang
perasaan ku.
Aku selalu berusaha dan berdo’a agar bisa selalu bersama dan bahagia. Itu
yang selalu kuharapkan, namun dipertengah jalan sering ada masalah yang tanpa
sebab harus diperbesar, itu yang aku gak tw kenapa harus terjadi.
yang aku sedihkan kenapa dengan ada masalah kecil langsung membagikan nomor dan mencari kenalan. namun aku gak bisa berbuat apa apa, kalau memank membuat kamu senang lakukanlah.. aku hanya bisa berusaha sambil berdo,a untuk yang terbaik. apapun yang terjadi malamni terimalah karna mungkin itu yang terbaik agar engkau tidak sedih lagi karnaku.
Ini lah tulisanku malam ini semoga orang yang kucintai mengerti tentang
apa yang kumaksud. Cinta tidak sekejab dan berujung dengan ketidak
pastian. Semoga engkau mengerti tentang
tetesan air mataku malam ini. wassalam
Rabu, 29 Oktober 2014
Renungan Buat Kita Semua
23.26
No comments
TERSAMPAINYA PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI
FACEBOOK (Sebagai Bahan Renungan)
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login
facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox. Hari ini dia melihat sesuatu
yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia
abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya. Ternyata ada sebuah
pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya: “Assalamu’alaikum.
Ini pertama kali Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah
kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak
mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun
kawan Bapak yang mengajarkan. Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu
asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki
Bapak sudah bisa memanggil2 Bapak, sudah bisa memanggil2 Ibunya”. Bapak sangat
senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak
paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun.
Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan
kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya
dengan mendengar gelak tawamu. Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu
selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu
lihat di kiri kananmu dalam perjalanan. Ayah mana yang tidak gembira melihat
anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya. Bapak jadi makin bersemangat
bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali.
Menyenangkan.
Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang
pandai dan taat beribadah. Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu
punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya
HP sementara kawan2mu sudah memiliki. Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai
punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk
kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu
keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya
lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu. Kamu sudah mulai jarang bercerita
dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih
tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu
tidak perlu. Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan
sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan.
Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan
internet kamu, dengan dunia kamu. Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati.
Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu
ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu?
Adakah kami ibarat tabungan kamu saja? Kamu semakin jarang berbicara dengan
Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi
tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari
raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka.
Dimarahi, malah menjadi-jadi. Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada
kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa
terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu
lagi. Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di
sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam
dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak
seperti saat kamu kecil dulu. Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali
berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan
Alloh. Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu
kepada Alloh. Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2
mengabaikan Allah. Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat
Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ” Pemuda itu meneteskan
air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ? Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau
pergi untuk selama-lamanya. Sekaang kembali pada diri kita masing2, bagaimana
selama ini perasaan kita kepada kedua orang tua kita..? jangan biarkan waktu
berlalu begitu saja hingga nantinya mereka hilang begitu saja.
Senin, 12 Mei 2014
persembahan pada kedua orang tuaku
07.03
1 comment
hari ini adalah hari yang paling bahagia bagiku, aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yang gelap, pandanganku tertuju pada dua orang yang jauh di depan, dengan senyuman yang enggak asing lagi di mataku, dua orang yang sangat aku hargai dan aku hormati, disertai dengan senyuman aku menghampiri mereka, terlintas dalam benak pikiranku, mamaku yang memperjuangkan hingga aku dapat hadir di dunia ini, mendidik aku dengan kelembutan, bapak ku yang selalu berusaha agar aku tidak seperti mereka melawan hidup dengan bekerja banting tulas, diterik matahari, kulit mereka terbakar untuk mendapakan sesuap nasi, tanpa sengaja sering aku melawan kepada mereka, rasanya betapa durhakanya diriku, apakah mereka memendam balas dendam padaku, tidak,, mereka tidak pernah memendam perasaan balas dendam terhadapku, mereka merasa tulus memaafkan kekhilafanku, dan mereka selalu menyebut namaku dalam do'a mereka hingga aku bisa seperti sekarang ini, oh Tuhan, betapa durhakanya aku, tidak kusadari bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku, sekarang, badan yang dulu tegap, kekar kini mulai membungkuk, rambut mulai memutih dan kulit yg dulu kencang kini mulai keriput, kulihat mata mereka berbinar binar dan mulai meneteskan airmata terharu, bangga karna melihat anaknya telah memakai baju toga, aku sangat berterima kasih atas apa yang telah bapak dan ibu berikan kepada saya.
Jumat, 25 April 2014
“Revisi Kehidupan”
20.50
No comments
Haruskan waktu disia-siakan begitu saja? dan Untuk apa buang buang
waktu untuk mengatakan berpisah, padahal kata kunci dari cerita semasa hidup di
dunia ini adalah “tidak ada yang abadi”, dalam artian semua kan sirnah, hilang
semua. Seperti kita mengulas buku yang sudah di karang, perlembar kita
membukanya, membacanya dan merasakannya, adakalanya di lembaran pertama kita
mengenal biografi pengarang, isi ceritanya. Dihalaman berikutnya kita kan
diajak untuk menghayati cerita tersebut, apakah saat itu kita tersenyum, sedih
atau menangis.
Akan banyak hal kita temui
dalam satu karangan cerita, memberikan pelajaran yang sangat baik untuk
perkembangan wawasan. Akhir cerita kita bisa memberikan kesimpulan tentang
cerita yang kita baca. Bagiku, tidak jauh berbeda dengan kehidupan akhirat
nanti, kita diberi aturan untuk hidup dan aturan itu semata-mata bukan untuk
orang lain tapi untuk diri-sendiri, betapa besar kasih sayang Allah kepada
kita, namun sering terlupakan. Disaat kita jauh dari Allah, Dia akan menegur
kita, baik berupa musibah, ujian. Aku
yakin bila uda ada kata “tak ada manusia yang sempurna” pasti adakalanya kita
lupa. Apalagi kalau uda merasakan nikmat dunia, memiliki harta, uang, segala
yang diinginkan udah dimiliki dan lupa untuk bersyukur apa yang di dapat.
Salah satu Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan keadaan hari kiamat
adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu‘anhu. Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ
شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ
وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di
hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu):
tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia
belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang
dimilikinya.” (HR.
at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, jilid 10, hal 8, no. 9772 dan Hadits ini
telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 946)
Umur,
Masa muda, Harta (dari mana ia dapatkan), Harta (dalam hal apa ia belanjakan),
Ilmu yang dimiliki, kelimanya akan diminta pertanggungjawabkan, terkadang kita
hanya berpikiran nikmati saja selagi ada, nanti kalau uda habis cari lagi. Bagi
seorang laki-laki muslim, setiap hari jum’at telah diberi renungan, nasehat
agar tidak salah melangkah. Agar setiap hari ada perubahan yang lebih baik
lagi.
Sabtu pagi, aku membaca wartakota.tribunnews.com,
seorang Kakek Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Sujud subhanallah, bila sujudnya
karna Allah semata Semoga amalannya diterima di sisi Allah dan dihapuskannya
atas dosa-dosanya amin. Namun alangkan mengesankan lagi bila ada seorang pemuda
seperti itu, subhanallah. Karna sangat jarang pemuda maupun pemudi yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi
segala larangannya. Kita hanya tersadar setelah rambut mulai memutih, kulit
sudah keriput baru mendekat kerumah Allah.
Semoga kita digolongkan oleh Allah ke dalam
orang-orang yang bisa memanfaatkan umur, masa muda, harta dan ilmu yang di peroleh selama hidup di dunia kelak
kita bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Dan semoga Allah
memudahkan kita untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang shalih dari kalangan
Nabi dan Rasul serta orang-orang yang sejalan dengan mereka.
Inilah doa yang sebaik-baiknya
bagi seorang Muslim.
Oßg÷YÏBur `¨B ãAqà)t !$oY/u $oYÏ?#uä Îû $u÷R9$# ZpuZ|¡ym Îûur ÍotÅzFy$# ZpuZ|¡ym $oYÏ%ur z>#xtã Í$¨Z9$# ÇËÉÊÈ
201.
dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa
neraka"(QS. al-Baqarah [2]: 201).
Bila ada kata
yang salah mohon maaf, karna kesalahan itu pasti adanya, dan dengan kesalahan
bisa nelajar untuk lebih baik lagi. Salam Remaja Cinta
Islam
Senin, 07 April 2014
“SETAPAK LANGKAHKU MUNDUR”
“SETAPAK LANGKAHKU MUNDUR”
Hari demi hari
Aku terdiam sejenak
Mengingat jejak langkahku dulu
Karna kisah hidupku akan menjadi pelajaran baru
Kini terasa bagiku....
Saat mendengar lantunan irama
Saat itupula aku melangkah kebelakang
Mengingat indahnya bersama keluarga
Masa indah itu tak kan terganti
Tak ada yang menjajakannya
Dan tidak ada yang ingin menjualnya
Karna harganya terlalu mahal untuk di dapat
Oke..
Kamu boleh membelinya dari orang lain
Mendapatkan senyuman bertopeng wajah
Namun jangan pernah katakan, jika
senyuman itu ukiran dari keluarga
kebahagian diperoleh alami
terbekas di hati sepanjang abad
terlalu mahal harganya
terlalu indah untuk dikenang
namun itu semua dulu
yaa, saat bersama dengan keluarga
aku ingin itu semua bisa terulang kembali
walau warna rambutku berubah menjadi putih
Arie Kota Gayo, Selasa 08 April 2014
Langganan:
Postingan (Atom)











